Sunday, March 02, 2008

Gizi dan Tumbuh Kembang Anak

oleh : Melly Latifah




Mengenal Gizi dan Tumbuh Kembang Anak



Pertumbuhan ialah perubahan fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik. Pertumbuhan dapat diartikan pula sebagai proses aktualisasi potensi herediter yang berlangsung secara berkesinambungan. Hasil pertumbuhan antara lain bertambahnya tinggi dan berat badan, tulang-tulang menjadi lebih besar-panjang-berat-kuat, perubahan pada sistem persyarafan; dan perubahan-perubahan pada struktur jasmaniah lainya. Pertumbuhan dapat diamati dengan mengukur berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul, lingkar lengan, dan lain-lain.


Setiap bagian tubuh itu mempunyai perbedaan kecepatan pertumbuhan. Sebagai contoh, pertumbuhan alat-alat kelamin paling lambat pada masa kanak-kanak, namun mengalami percepatan pada masa pubertas. Sebaliknya, pertumbuhan susunan syaraf pusat berlangsung paling cepat pada masa kanak-kanak, kemudian menjadi lambat pada masa akhir kanak-kanak, dan relatif berhenti pada masa pubertas.


Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, yaitu : (1) Faktor sebelum lahir. Contohnya : kekurangan gizi pada ibu dan janin; janin terkena virus, keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, ibu terinfeksi oleh bakteri syphilis, TBC, Cholera, Typhus, gondok, sakit gula (diabetes melitus), dan lain-lain; (2) Faktor ketika lahir. Contohnya, pendarahan pada bagian kepala bayi yang disebabkan oleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan, gangguan pada susunan syaraf-pusat karena kelahiran bayi dengan bantuan tang; (3) Faktor sesudah lahir. Contohnya, pengalaman traumatik (luka-luka) pada kepala, kepala bagian dalam terluka karena bayi jatuh, kepala terpukul, infeksi pada otak atau selaput otak (misalnya oleh penyakit cerebral meningitis), dan kekurangan zat gizi.


Perkembangan ialah perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis pada anak yang ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar. Perkembangan dapat diartikan pula sebagai proses transmisi dari konstitusi psiko-fisik yang herediter, dirangsang oleh faktor-faktor lingkunngan yang menguntungkan, dalam perwujudan “proses aktif-menjadi” secara kontinyu. Secara sederhana, perkembangan bisa diartikan sebagai proses pematangan fungsi-fungsi yang non-fisik. Perkembangan dapat diamati dari berbagai kecakapan dan keterampilan anak. Contohnya, seorang bayi baru lahir yang hanya bisa tidur, namun dengan bertambahnya usia, anak menjadi mampu tengkurap, kemudian merangkangkak, lalu duduk, kemudian berdiri, selanjutnya mampu berjalan kemudian berlari. Dari yang semula tidak bisa bicara menjadi pandai bicara. Dari yang semula tidak dapat membaca dan berhitung, menjadi pandai membaca dan berhitung


Perkembangan anak dipengaruhi tiga faktor utama yang bekerja secara stimulan, yaitu : (1) Faktor herediter. Faktor ini merupakan sifat atau kondisi bawaan yang diturunkan dari orang tua; (2) Pertumbuhan dan pematangan fisik. Faktor ini dipengaruhi oleh konsumsi makanan (asupan zat gizi), perawatan kesehatan, dan perawatan anak secara umum; (3) Stimulasi lingkungan. Faktor ini tergantung pada sejauh mana orang tua dan lingkungan di sekitar anak memberikan stimulasi psikososial atau proses pembelajaran yang mendorong perkembangan anak.


Aspek-aspek perkembangan anak yang perlu mendapat perhatian adalah kemampuan : (1) Gerakan kasar; (2) Gerakan halus; (3) Memahami apa yang dikatakan orang lain; (4) Berbicara; (5) Kognitif ; (6) Menolong diri sendiri; dan (7) Bergaul.



Dampak Kekurangan Zat Gizi bagi Tumbuh Kembang Anak


Pada masa kanak-kanak, proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat. Menurut Husaini (1997), apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, maka akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak. Hal ini akan berakibat terjadi ketidakmampuan otak berfungsi secara normal. Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan badan tergangggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil., jumlah sel darah otak berkurang dan terjadi ketidakmatangan dan ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak.


Pertumbuhan otak sangat terpengaruh apabila kurang gizi terjadi sejak dalam kandungan, dan berlanjut sampai usia bayi. Pada janin, keadaan kurang gizi akan menyebabkan jumlah sel otak menurun terutama pada cerebrum dan cerebellum, diikuti dengan penurunan jumlah protein, glikosida, lemak dan enzim serta fungsi neurotransmiter yang tidak normal. Keadaan Kurang Energi dan Protein (KEP) yang terjadi pada usia sangat muda mempengaruhi perkembangan fisik dan kecerdasan. Hasil-hasil penelitian di dalam dan luar negeri menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara keadaan gizi dan kemampuan belajar.


Hasil penelitian di Jawa Barat menunjukkan bahwa kurang gizi berasosiasi dengan keterlambatan perkembangan motorik (Husaini, 1997). Dari penelitian di Meksiko dan Jamaika, diungkapkan bahwa rehabilitasi kemampuan kognitif memerlukan waktu lebih lama daripada rehabilitasi keadaan gizinya. Dengan kata lain, kemampuan kognitif anak tidak segera menjadi baik meskipun status gizi berhasil diperbaiki. Bahkan para ahli meyakini bahwa kehilangan ini tidak dapat dipulihkan seperti sedia kala. Oleh karena itu, orang tua harus mewaspadai dampak dari kekurangan gizi pada anak-anaknya. Dengan kata lain, para orang tua harus memperhatikan pola makan anak-anaknya.


Jaringan otak pada anak yang tumbuh normal sampai umur 3 tahun akan mencapai 80 % berat otak orang dewasa. Apabila sebelum mencapai umur 3 tahun terjadi kekurangan zat gizi tertentu, dapat menimbulkan kelainan-kelainan fisik maupun mental. Kelainan fisik timbul sebagai akibat pertumbuhan yang terhambat, dan kelainan mental timbul sebagai akibat perkembangan otak yang terganggu.


Perkembangan sel otak dan sel syaraf lainnya masih berlangsung dan berhenti ketika anak berumur 3 tahun. Oleh sebab itu pada periode umur tersebut anak memerlukan makanan yang cukup mengandung zat gizi makro maupun zat gizi mikro. Bila anak kekurangan zat gizi, terutama makanan sumber energi dan protein serta zat besi, maka perkembangan fisik dan kemampuan menyerap rangsangan dari luar juga terhambat. Akibatnya anak lebih lambat beraktifitas dan bereaksi dibanding anak usia sebaya yang tidak kekurangan gizi. Namun melalui stimulasi mental (rangsangan-rangsangan), kemampuan tersebut lambat laun menjadi lebih baik, walau tidak dapat sama dengan anak normal. Pertumbuhan fisik anak yang kekurangan gizi pada masa ini juga lebih rendah dibanding anak normal, namun setelah pengobatan dan pemberian makanan tambahan, pertumbuhan fisiknya dapat mendekati pertumbuhan fisik anak normal. Cacat permanen yang menyertai bila anak para periode ini kekurangan gizi adalah penurunan tingkat kecerdasan sebanyak sekitar 10-13 IQ poin.



Zat Gizi yang dibutuhkan bagi Tumbuh Kembang Anak


Untuk tumbuh dan berkembang, manusia memerlukan enam zat gizi utama, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Zat gizi tersebut dapat kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, makan makanan yang dimakannya tidak boleh hanya sekedar mengenyangkan perut saja. Makanan yang dimakan anak harus : · Beragam jenisnya · Jumlah atau porsinya cukup (tidak kurang atau berlebihan) · Higienis dan aman (bersih dari kotoran dan bibit penyakit serta tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan) · Makan dilakukan secara teratur · Makan dilakukan dengan cara yang baik.


Keenam zat gizi utama digunakan oleh tubuh anak untuk : 1. Menghasilkan tenaga yang digunakan oleh anak untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti belajar, berolah raga, bermain, dan aktivitas lain (disebut zat tenaga). · Zat makanan yang merupakan sumber tenaga utama adalah karbohidrat dan lemak · Makanan yang banyak mengandung karbohidrat adalah beras, jagung, singkong, ubi jalar, kentang, talas, gandum dan sagu. · Makanan yang banyak mengandung lemak adalah lemak hewan (gajih), mentega, minyak goreng, kelapa, dan keju. 2. Membangun jaringan tubuh dan mengganti jaringan tubuh yang aus/rusak. (disebut zat pembangun). · Zat makanan yang merupakan zat pembangun adalah protein. · Makanan yang banyak mengandung protein yaitu tahu, tempe oncom, kacang-kacangan, telur, daging, ikan, udang dan kerang. 3. Mengatur kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalam tubuh (disebut zat pengatur). · Zat makanan yang merupakan zat pengatur adalah vitamin, mineral dan air. · Makanan yang banyak mengandung vitamin, mineral dan air adalah sayur-sayuran dan buah-buahan.


Kebutuhan tubuh kita akan keenam macam gizi untuk melakukan tiga fungsi tersebut tidak bisa dipenuihi hanya oleh satu macam makanan saja karena tidak ada satu pun makanan dari alam yang mempunyai kandungan gizi lengkap. Satu-satunya makanan yang mempunyai kandungan gizi lengkap adalah air susu ibu (ASI) bagi bayi usia empat bulan atau kurang. Setelah usia di atas empat bulan, ASI juga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi sehingga setelah usia empat bulan makanan bayi perlu ditambah dengan makanan pendamping ASI, seperti bubur tepung dan sari buah.


Agar kebutuhan tubuh akan gizi dapat terpenuhi secara lengkap, anak harus dibiasakan untuk makan makanan yang beraneka ragam. Jika makanan anak beragam, maka zat gizi yang tidak terkandung atau kurang dalam satu jenis makanan akan dilengkapi oleh zat gizi yang berasal dari makanan jenis lain. Agar makanan yang dimakan anak beraneka ragam, maka kita harus selalu ingat bahwa makanan yang dimakan anak harus mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Ketiga zat ini dapat berasal dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.



Bagaimana Menyusun Menu bagi Anak Agar Memenuhi Kebutuhannya ?


Meskipun kita bisa menghitung kandungan gizi makanan yang akan kita makan sehingga kita yakin betul bahwa apa yang kita makan telah memenuhi kebutuhan gizi kita, tapi pada kenyataannya hal tersebut sangat sulit untuk dilaksanakan. Pedoman yang paling mudah bagi kita untuk mengukur apakah makanan kita sudah mencukupi kebutuhan gizi atau belum adalah dengan menggunakan Pedoman "Empat Sehat Lima Sempurna”. Artinya, makanan yang kita makan sehari-hari sebaiknya terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Jika ditambah susu, itu lebih baik.


1. Makanan Pokok


Makanan pokok adalah kelompok makanan dalam menu makanan kita sehari-hari yang memberikan sumbangan karbohidrat paling banyak. Manfaat utama makanan pokok adalah sebagai zat tenaga. Zat tenaga sangat penting bagi tubuh, yaitu untuk melakukan segala jenis kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.


Makanan pokok kebanyakan masyarakat Indonesia adalah beras yang dimakan dalam bentuk nasi. Selain beras, ada juga yang lainnya. Misalnya jagung (pada masyarakat asli Madura), sagu (pada masyarakat asli Maluku), ubi jalar (pada masyarakat asli Irian Jaya). Pada sebagian masyarakat kita, singkong dan roti juga umum disajikan sebagai makanan pokok diwaktu makan pagi.


2. Lauk-pauk


Lauk-pauk adalah kelompok makanan yang paling banyak memberikan sumbangan zat putih telur atau lebih dikenal dengan protein. Manfaat utama lauk-pauk adalah sebagai zat pembangun. Adanya lauk-pauk dalam menu kita sehari-hari menyebabkan dapat membentuk jaringan-jaringan baru. Akibatnya rambut tumbuh dengan subur, otot-otot badan lebih padat, kulit halus dan luka lebih cepat sembuh. Manfaat paling penting dari lauk-pauk adalah untuk pertumbuhan otak. Jadi, kalau kita ingin cerdas, harus banyak makan lauk-pauk. Lauk-pauk ada yang berasal dari pangan nabati, ada juga yang dari pangan hewani. Lauk-pauk dari pangan nabati contohnya makanan yang dibuat dari kacang-kacangan, seperti tempe, tahu, dan oncom. Lauk-pauk dari pangan hewani contohnya telur, daging, ikan, belut, udang dan kerang.


3. Sayur-sayuran


Sayur-sayuran adalah kelompok makanan yang banyak memberikan sumbangan vitamin, mineral dan air bagi tubuh kita. Manfaat pokok sayur-sayuran bagi tubuh kita adalah sebagai zat pengatur. Manfaat lain dari sayur-sayuran adalah menghasilkan serat. Serat berguna untuk melancarkan buang air besar.


Kita harus menyukai beragam sayur-sayuran supaya di dalam tubuh kita tersedia banyak vitamin dan mineral. Bila tidak suka makan sayur-sayuran, kegiatan-kegiatan dalam tubuh kita akan kacau karena kekurangan zat pengatur. Selain itu, sulit buang air besar.


Di dalam sayuran yang bewarna hijau, banyak terkandung zat besi yang berguna untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan vitamin A yang berguna bagi kesehatan mata. Contoh sayuran hijau adalah bayam, katuk, kangkung dan daun singkong. Di dalam sayuran yang berwarna kuning dan merah juga banyak terkandung vitamin A. Contoh sayuran berwarna kuning adalah wortel, bit dan tomat.


4. Buah-buahan


Buah-buahan merupakan kelompok makanan yang banyak memberikan sumbangan vitamin dan air. Manfaat utama buah-buahan bagi tubuh kita adalah sebagai zat pengatur. Manfaat lainnya adalah menghasilkan banyak serat yang berguna untuk melancarkan buang air besar. Negara kita kaya akan buah-buahan. Diantaranya adalah alpukat, apel, arbei, anggur, belimbing, jambu biji, jambu air, jeruk, mangga, manggis, pepaya, pisang, rambutan, sawo dan semangka.


5. Susu


Susu merupakan makanan yang penting, terutama bagi bayi, ibu yang sedang hamil, ibu yang sedang menyusui, serta anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan (anak balita, anak usia sekolah dan remaja). Susu mengandung banyak protein, lemak dan mineral Kalsium. Protein penting untuk pertumbuhan. Lemak menyumbang tenaga yang banyak dan tahan lama di dalam tubuh. Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Jika di dalam tubuh kita banyak tersedia kalsium, tulang dan gigi kita akan kuat, tidak mudah rapuh atau keropos.


Meskipun kandungan gizi susu cukup baik, tetapi di negara kita harga susu mahal. Sehingga tidak semua orang mampu membelinya. Selain itu, ada juga orang yang tidak tahan minum susu sehingga mencret-mencret jika minum susu. Jika kita tidak bisa minum susu kita tidak perlu khawatir karena susu dapat diganti dengan makanan lain. Makanan yang bisa dijadikan pengganti susu adalah makanan dari kelompok kacang-kacangan, seperti kedelai, kacang tanah, kacang koro dan kacang tunggak.


Susu berasal dari susu hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing. Hewan ternak yang paling banyak diambil susunya adalah sapi. Susu dapat diminum dalam bentuk minuman segar, yaitu hasil perahan yang direbus dahulu. Susu bisa juga diolah dalam bentuk lain seperti keju, mentega susu, susu bubuk, susu kental, yogurt dan es krim.


Jika memungkinkan, lauk-pauk, sayur-sayuran dan buah-buahan yang dimakan anak, jenisnya berganti-ganti setiap hari, agar makanan lebih beraneka ragam dan tidak membosankan. Jika anak menyukai beragam jenis makanan, kita akan mudah mendapatkan makanan yang murah tapi menyehatkan karena dengan banyaknya makanan yang disukai, kita memiliki banyak pilihan.


Dalam mengatur makanan anak, kita juga harus waspada terhadap makanan jajanan asing seperti fried chiken, burger, donut, pizza, dll. Makanan sejenis itu umumnya memiliki karakteristik : kaya akan karbohidrat, lemak, protein, dan garam, namun rendah vitamin, mineral dan serat sehingga bila dikonsumsi setiap hari, dapat menyebabkan kegemukan (obesitas). Makanan jajanan ini unsur gizinya jelas kurang lengkap (kurang mengandung vitamin dan mineral). Oleh karena itu, mengkonsumsi makanan asing terlalu sering, sangat merugikan karena : (1) Dapat menyebabkan kegemukan (obesitas); (2) Dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung, ginjal dan kencing manis; selain itu (3) Harga makanan jajanan asing jauh lebih mahal dibanding makanan tradisional Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA



1. Karyadi, D. & Muhilal. 1985. Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. PT Gramedia, Jakarta.


2. Gibson, R.S. 1990. Principles of Nutritional Assessment. Oxford University Press, New York, N.Y.


3. Strommen, E.A., Mckinney, J.P., Fitzgerald, H.E. 1983. Developmental Psychology : The School-Age Child. The Dorsey Press. Chicago, Lilinois.

No comments:

Post a Comment